MAKALAH
PERANAN MORAL DAN ETIKA MAHASISWA DIDUNIA ORGANISASI
DI
S
U
S
U
N
OLEH:
KHADIJAH
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas limpahan Rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan laporan ini. Shalawat serta salam tak lupa kami tuturkan kepada Nabi Muhammad saw yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang.
Melalui kesempatan ini, kami kelompok X (sepuluh) sebagai
penulis menghaturkan rasa hormat dan sayang kepada seluruh keluarga
tercintayang telah memberikan dukungan spiritual dan material kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa
penyusunan laporan ini masih perlu disempurnakan, untuk itu kritik dan saran
yang bersifat membangun penulis sangat harapkan. Mudah-mudahan
laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Pangkep, November 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1.1.
Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2.
Perumusan Masalah............................................................................... 2
1.2. Tujuan penulisan............................................................................................. 2
BAB II. PEMBAHASAN..................................................................................... 3
2.1. Pengertian
Etika dan Moral............................................................................ 3
2.2. Pengertian Mahasiswa................................................................................. 5
2.3. Pengertian Organisasi.................................................................................. 5
2.4. Hubungan Etika dengan Mahasiswa..................................................... 6
2.5. Pentingnya Etika dan Moral dalam Organisasi.......................................... 6
BAB III.
PENUTUP............................................................................................. 9
3.1. Kesimpulan................................................................................................ 9
3.2. Saran.......................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mahasiswa yang
pada dasarnya merupakan subjek atau pelaku di dalam pergerakan pembaharuan atau
subjek yang akan menjadi generasi-generasi penerus bangsa dan membangun bangsa
dan tanah air ke arah yang lebih baik dituntut untuk memiliki etika. Etika bagi
mahasiswa dapat menjadi alat kontrol di dalam melakukan suatu tindakan.
Etika dapat
menjadi gambaran bagi mahasiswa dalam mengambil suatu keputusan atau dalam
melakukan sesuatu yang baik atau yang buruk. Oleh karena itu, makna etika harus
lebih dipahami kembali dan diaplikasikan di dalam lingkungan mahasiswa yang
realitanya lebih banyak mahasiswa yang tidak sadar dan tidak mengetahui makna
etika dan peranan etika itu sendiri, sehingga bermunculanlah
mahasiswa-mahasiswi yang tidak memiliki akhlaqul karimah, seperti mahasiswa
yang tidak memiliki sopan dan santun kepada para dosen, mahasiswa yang lebih
menyukai hidup dengan bebas, mengonsumsi obat-obatan terlarang, pergaulan bebas
antara mahasiswa dengan mahasiswi, berdemonstrasi dengan tidak mengikuti
peraturan yang berlaku bahkan hal terkecil seperti menyontek disaat ujian
dianggap hal biasa padahal menyontek merupakan salah satu hal yang tidak
mengindahkan makna dari etika. Perlu Anda ketahui bahwa realita banyaknya
bermunculan para koruptor di Indonesia disebabkan oleh seseorang yang tidak
memahami arti kata dari iman dan etika.
Banyak orang yang beranggapan dan meyakini para
koruptor yang ada sekarang adalah seorang yang dahulunya terbiasa melakukan
tindakan menyontek di saat ujian tanpa merasa bersalah, lebih tepatnya
mencontek memiliki makna yang sama dengan kecurangan. Jadi menyontek
diibaratkan dengan korupsi mengambil hak seseorang tanpa izin dan meraih
sesuatu tanpa memikirkan apakah cara yang digunakannya benar atau salah dan ini
semua berhubungan dengan etika.
Apabila mahasiswa masih belum menyadari betapa
pentingnya etika di dalam pembentukan karakter-karakter seorang penerus bangsa
dan negara, akankah bangsa Indonesia untuk di masa yang akan datang di isi oleh
penerus-penerus bangsa yang berakhlaqul karimah atau beretika?Akan diletakkan
dimanakah wajah Indonesia nanti apabila bangsa Indonesia dibangun oleh
jiwa-jiwa yang penuh dengan kecurangan atau dengan akhlaq-akhlaq tercela?
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka
masalah-masalah yang akan dikaji dalam laporan ini dirumuskan sebagai berikut:
1.
Apakah pengertian Etika
dan Moral?
2.
Apakah itu Mahasiswa?
3.
Apakah itu Organisasi?
4.
Apakah hubungan antara
Mahasiswa dengan Etika dan Moral?
5.
Bagaimana pentingnya
Etika Moral Mahasiswa dalam Organisasi?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan perumusan masalah di atas, peranan etika
bagi mahasiswa diharapkan dapat mewujudkan dan menumbuhkan
etika dan tingkah laku yang positif. Namun secara umum Makalah ini bertujuan
untuk:
1.
Memenuhi tugas sebagai anggota
baru
2.
Diharapkan mahasiswa
mengetahui, memahami dan dapat mengamalkan nilai-nilai etika di kalangan atau
di dalam Organissi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Etika dan Moral
a.
Pengertian Etika
Etika
merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan
yang di lakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain
aturan atau pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia. Dengan adanya
etika pergaulan dalam masyarakat akan terlihat baik dan buruknyaseseorang.
Etika bersifat relative yakni dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman.
Etika
diartikan “sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup
manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak dan didasari
pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan”.
Etika ialah
suatu cabang ilmu filsafat. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa etika
adalah disiplin yang mempelajari tentang baik dan buruk sikap tindakan manusia.
Etikamerupakan bagian filosofis yang berhubungan erat dengan nilai manusia
dalammenghargai suatu tindakan yang benar atau salah dan penyelesaiannya baik
atau tidak.
Menurut
bahasaYunani,etikadisebutethos yang berarti kebiasaan atau tingkah laku.
Dalambahasa Inggris disebutethis yang berarti tingkah laku/perilaku
manusia yang baik atau tindakan yang harus dilaksanakan manusia sesuai dengan
moral pada umumnya.
b. Pengertian Moral
Moral adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari
sifat, kehendak,pendapat atau perbuatan seseorangyanglayak dikatakan benaratau
salah, danbaikatau buruk. Jika pengertian etika dan moral tersebut dihubungkan
satu dengan yang lainya kitadapat mengatakan bahwa antara etika dan moral
memiliki obyek yang sama yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia
untuk selanjutnya di tentukan posisinya baik atau buruk. Namun, dalam hal etika
dan moral memiliki perbedaan. Dengan demikian, tolak ukur yang digunakan dengan
moral untuk mengukur tingkah laku manusia adalah adat istiadat, kebiasaan, dan
lainnya yang berlaku di masyarakat. Etika dan moral sama artinya tetapi dalam
pemakaian sehari-hari ada sedikit perbedaan. Moral dipakai untuk perbuatan yang
sedang di nilai, sedangkan etika di pakai untuk sistem nilai yang ada. Teori
moral mencoba memformulasikan suatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan
masalah-masalah etika.
c.
Perbedaan moral dan etika
Perbedaan moral danetika, yaitu moral menyangkut
tentang persoalan yang benar atau salah, sesuatu yang perlu dilakukan dan ditinggalkan
atau alasan-alasan tertentu pada suatu keadaan tertentu.Sedangkan etika
merupakan studi mengenai bagaimana tingkah laku suatu individu atau golongan
bernilai baik atau sebaliknya yang berdampak pada sosial. Etika juga dapat
diartikan sebagai suatu disiplin ilmu, prinsip moral, kaedah moral yang
diwujudkan dalam suatu perbuatan manusia yang betul menurut akal pikiran.
Perbedaan lain antara moral dan etika,yaitu moral dapat mengarahkan manusia tentang bagaimana cara manusia harus bertingkah karena moral bersifat mengikat dan harus dilakukan oleh individu atau kelompok agar dapat diterima di lingkungan bermasyarakat tersebut. Etika dapat memberikan alasan yang logis mengapa manusia harus mengikuti arahan moral di lingkungannya. Selain itu, etika dapat membuat manusia menjadi tahu dan sadar apa yang harus dilakukan agar berdampak baik untuk dirinya dan orang lain.
Sebagai contoh, membuang sampah kesungai. Jika kita adalah manusia yang bermoral, kita tidak akan melakukan hal tersebut karena kita sadar perbuatan tersebut dapat merugikan banyak pihak, yaitu sesama manusia dan ekosistem alam. Tetapi karena banyak manusia yang
tidak bermoral atau tidak menyadari bahkan tidak mengetahui bahwa perbuatan membuang sampah kesungai adalah buruk, diperlukan suatu ketetapan baik secara tertulis maupun lisan bahwa membuang sampah kesungai dapat merugikan orang lain dan ekosistem. Ketetapan tersebut dihasilkan dari kajian tentang tingkah laku manusia membuang sampah dengan mempertimbangkan baik buruknya perbuatan tersebut. Ketetapan tersebut dipelajari dalam etika lingkungan.
Moral dan etika dapat di ibaratkan sepeda motor. Moral ialah buku petunjuk bagaimana kita lk; harus memperlakukan sepeda motor, sedangkan etika memberikan pengertian tentang struktur dan teknologi sepeda motor.”
2.2 Pengertian Mahasiswa
Mahasiswa sebagai pelaku utama dan agent of change
dalam gerakan-gerakan pembaharuan memiliki makna yaitu sekumpulan manusia
intelektual, memandang segala sesuatu dengan pikiran jernih, positif, kritis
yang bertanggung jawab, dan dewasa. Secara moral, mahasiswa akan dituntut
tangung jawab akademisnya dalam menghasilkan “buah laporan” yang berguna bagi
kehidupan di lingkungan.
Mahasiswa adalah lapisan intelektual yang memiliki
tanggung jawab sosial yang khas. Shill menyebutkan ada lima fungsi kaum
intelektul, yakni mencipta dan menyebar kebudayaan tinggi menyediakan
bagan-bagan nasional dan antar bangsa, membina keberdayan dan bersama
mempengaruhi perubahan sosial dan memainkan peran politik.
2.3 Pengertian Organisasi
Sebagai makhluk sosisal, manusia membutuhkan bantuan manusia lainnya untuk
mencapai sebuah tujuan yang tidak dapat mereka capai sendiri.Maka dari itu,
terbentuklah suatu organisasi. Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau
lebih) yang bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan. Organisasi itu sendiri
dapat di artikan sebagai wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan dimana kita
dapat berkreasi serta menyalurkan aspirasi kita untuk membangun organisasi itu
sendiri dalam suatu tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Organisasi juga dapat diartikan dua
macam yaitu :
1.
Dalam arti statis, yaitu organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan
mitra dijalankan.
2.
Dalam arti dinamis,yaitu organisasi sebagai suatu sistem proses interaksi
antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun informal.
2.4 Hubungan Etika dengan
Mahasiswa
Antara etika dan moral dengan mahasiswa memiliki
hubungan yang sangat erat. Dalam contoh kasus mahasiswa PoliteknikPertanianNegeriPangkep
yang dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri
mahasiswa maupun orang lain, dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat
bertindak sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di
saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat
kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. Dengan etika
mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu.
Islam telah mengajarkan kepadakita bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap
orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam,
etika di dalam Islam sama dengan akhlaq, dan mahasiswa sebagai mahluk Allah
SWT. yang telah diberikan karunia berupa akal, akhlaq yang baik ditujukan bukan
hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup
ataupun benda mati. Sebagai seorang mahasiswa yang beretika, mahasiswa harus
memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab, karena banyak mahasiswa
yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang
tidak bertangung jawab.
2.5 Pentingnya Etikadan Moral dalam Organisasi
Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan
kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentatati ketentuan dan norma
kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi,
Etika organisasi menekankan perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan
ssetiap orang anggota. nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan bagaimana
seharusnya bersikap dan berperilaku dengan baik seperti sikap hormat,
kejujuran, keadilan dan bertanggung jawab. seperangkat nilai tersebut biasanya
dijadikan sebagai acuan dan dianggap sebagai prinsip-prinsip etis atau moral.
Dalam kehidupan organisasi terdapat berbagai permasalahan yang pemecahannya
mengandung implikasi moral dan etika, ada cara pemecahan yang secara moral dan
etika diterima tetapi ada juga yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam praktek kehidupan organisasi tidak ada tolak ukur yang mutlak tentang
yang benar dan yang salah, ini tidak terlepas dari berbagai faktor seperti
agama, budaya dan sosial.
Beberapa alasan mengapa norma moral
dan etika itu diperlukan dalam organisasi :
- Karena etika berkaitan dengan perilaku manusia.
- Agar bisa mengikuti kehidupan sosial yang tertib manusia memerlukan kesepakatan, pemahaman, prinsip dan ketentuan lain yang menyangkut pola perilaku.
- Karena dinamika manusia dengan segala konsekuensinya baik bersifat norma moral maupun etika perlu dianalisa dan dikaji ulang.
- Karena Etika menunjukkan kepada manusia nilai hakiki dari kehidupan sesuai dengan keyakinan agama, pandangan hidup dan sosial.
Dalam lingkungan organisasi pemerintahan seorang aparatur dituntut untuk
bekerja sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. secara etis seseorang aparatur
merasa terpanggil untuk melayani kepentingan publik secara adil tanpa
membedakan kelompok, golongan, suku, agama serta status sosial.
Seharusnya seorang aparatur harus dapat menjadikan dirinya sebagai panutan
tentang kebaikan dan moralitas pemerintahan terutama yang berkenaan dengan
pelayanan kepada publik. Dia senantiasa menjaga kewibawaan dan citra
pemerintahan melalui kinerja dan perilaku sehari-hari dengan menghindarkan diri
dari perbuatan yang tercela yang dapat merugikan masyarakat dan negara. Jadi
Etika pada dasarnya merupakan upaya menjadikan moralitas sebagai landasan
bertindak dan berperilaku dalam kehidupan bersama termasuk di lingkungan
profesi administrasi.
Profesi dimaksudkan sebagai pekerjaan untuk mecari nafkah hidup dengan
mengandalkan keahlian dan keterampilan sesuai dengan tuntutan dan persyaratan
organisasi pemerintahan, dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang
mendalam atas pekerjaannya itu, ia melibatkan seluruh kepribadiannya sehingga
mendorong untuk menjalankan tugasnya dnegan tekun, giat, serius untuk melayani
kepentingan publik. Ia tidak mengerjakan pekerjaannnya sekedar sebagai hoby,
sebagai sambilan apalagi asal-asalan. Komitmen pribadi inilah yang melahirkan
tanggungjawab yang besar atas tugas yang diembannya.
Intinya bahwa seorang mahasiswa,
Seorang aparatur haruslah memiliki persyaratan seorang profesional yang
mendapat kepercayaan publik atau masyarakat yang dilayani. dia dipercayai dan
diandalkan memiliki keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat. lebih
dari itu seorang aparatur yang profesional dipercaya masyarakat karena
mempunyai komitmen moral/etis, serta bertanggungjawab penuh atas pekerjaannya
kepada publik (Public Speaking).
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Dari informasi di atas dapat diketahui bahwa etika dan moral itu
sangat perlu dan penting bagi seorang. Jadi, Etika profesi
dalam bidang keteknikan adalah keseluruhan tuntutan moral yang harus ada dalam
pelaksanaan sebuah profesi keteknikan.
Sederhananya, etika profesi adalah segala aturan
dan norma yang nantinya mengatur segala tindakan ataupun keputusan yang
dilakukan oleh seorang teknik.Perlunya etika profesi dalam bidang keteknikan
adalah dengan adanya etika profesi seorang teknik akan memiliki batasan dalam
bertindak sehingga akan lebih memprtimbangkan segala tindakannnya dalam rangka
kesejahteraan dan ketentraman hidup orang banyak.
Seorang teknik yang mempunyai etika profesi yang
baik tentunya akan bertanggung jawab atas tindakan yang ia lakukan. Selain itu,
dapat menjaga kelakukan dan kejujuran atas apa yang dilakukannya. Sehingga apa
yang dilakukannya semata-mata dilakukan bukan hanya untuk mendapat kan
keuntungan tapu juga untuk mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran hajat hidup
oarang banyak.
Keprofesionalan juga sangat mempengaruhi. Tidak
professional diakibatkan karena kurangnya pengetahuan yang menunjang kinerja
kita, atau kurang totalnya kita dalam melaksanakan tugas kita.
3.2
Saran
Diharapkankepada
para pembaca agar tidak mengesampingkan etika dan moral dalam organisasinya,
khususnya untuk mahasiswayaitu harus menjaga etika dan moral agar tidak terjadi
kerugian di masa mendatang.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.academia.edu/8582450/makalah_pengembangan_organisasi_kemahasiswaan_dan_peran_and_tanggung_jawab_mahasiswa, di aksestanggal 20 November 2014
http://vqrockangel08.wordpress.com/2012/09/02/perbedaan-moral-dan-etika, di aksestanggal 20 November 2014
http://ronawajah.wordpress.com/2010/05/17/pentingnya–etika–dalam–lingkungankerjadiaksestanggal
20November 2014
http://yunizainisyah.wordpress.com/tugas/manajemen-umum/etika-dan-moralitasdiaksestanggal 20
November 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar