Jumat, 17 Februari 2017

Makalah peranan moral dan etika mahasiswa



MAKALAH
PERANAN MORAL DAN ETIKA MAHASISWA DIDUNIA ORGANISASI
DI
S
U
S
U
N
OLEH:

KHADIJAH

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP
2014/2015


KATA PENGANTAR
            Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena atas limpahan Rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan ini. Shalawat serta salam tak lupa kami tuturkan kepada Nabi Muhammad saw yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang.
Melalui kesempatan ini, kami kelompok X (sepuluh) sebagai penulis menghaturkan rasa hormat dan sayang kepada seluruh keluarga tercintayang telah memberikan dukungan spiritual dan material kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih perlu disempurnakan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun penulis sangat harapkan. Mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.




Pangkep,        November 2014

Penulis






DAFTAR ISI
                                                                                                                        Halaman
KATA PENGANTAR.........................................................................................    i
DAFTAR ISI ........................................................................................................    ii
BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................................    1
1.1.    Latar Belakang.......................................................................................    1
1.2.    Perumusan Masalah...............................................................................    2
1.2.  Tujuan penulisan.............................................................................................    2
BAB II. PEMBAHASAN.....................................................................................    3
2.1.  Pengertian Etika dan Moral............................................................................    3
2.2. Pengertian Mahasiswa.................................................................................    5
2.3. Pengertian Organisasi..................................................................................    5
     2.4.  Hubungan Etika dengan Mahasiswa.....................................................    6
2.5.  Pentingnya Etika dan Moral dalam Organisasi..........................................    6
BAB III. PENUTUP.............................................................................................    9
3.1. Kesimpulan................................................................................................    9
3.2. Saran..........................................................................................................    9
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................    10



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Mahasiswa yang pada dasarnya merupakan subjek atau pelaku di dalam pergerakan pembaharuan atau subjek yang akan menjadi generasi-generasi penerus bangsa dan membangun bangsa dan tanah air ke arah yang lebih baik dituntut untuk memiliki etika. Etika bagi mahasiswa dapat menjadi alat kontrol di dalam melakukan suatu tindakan.
Etika dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa dalam mengambil suatu keputusan atau dalam melakukan sesuatu yang baik atau yang buruk. Oleh karena itu, makna etika harus lebih dipahami kembali dan diaplikasikan di dalam lingkungan mahasiswa yang realitanya lebih banyak mahasiswa yang tidak sadar dan tidak mengetahui makna etika dan peranan etika itu sendiri, sehingga bermunculanlah mahasiswa-mahasiswi yang tidak memiliki akhlaqul karimah, seperti mahasiswa yang tidak memiliki sopan dan santun kepada para dosen, mahasiswa yang lebih menyukai hidup dengan bebas, mengonsumsi obat-obatan terlarang, pergaulan bebas antara mahasiswa dengan mahasiswi, berdemonstrasi dengan tidak mengikuti peraturan yang berlaku bahkan hal terkecil seperti menyontek disaat ujian dianggap hal biasa padahal menyontek merupakan salah satu hal yang tidak mengindahkan makna dari etika. Perlu Anda ketahui bahwa realita banyaknya bermunculan para koruptor di Indonesia disebabkan oleh seseorang yang tidak memahami arti kata dari iman dan etika.
Banyak orang yang beranggapan dan meyakini para koruptor yang ada sekarang adalah seorang yang dahulunya terbiasa melakukan tindakan menyontek di saat ujian tanpa merasa bersalah, lebih tepatnya mencontek memiliki makna yang sama dengan kecurangan. Jadi menyontek diibaratkan dengan korupsi mengambil hak seseorang tanpa izin dan meraih sesuatu tanpa memikirkan apakah cara yang digunakannya benar atau salah dan ini semua berhubungan dengan etika.
Apabila mahasiswa masih belum menyadari betapa pentingnya etika di dalam pembentukan karakter-karakter seorang penerus bangsa dan negara, akankah bangsa Indonesia untuk di masa yang akan datang di isi oleh penerus-penerus bangsa yang berakhlaqul karimah atau beretika?Akan diletakkan dimanakah wajah Indonesia nanti apabila bangsa Indonesia dibangun oleh jiwa-jiwa yang penuh dengan kecurangan atau dengan akhlaq-akhlaq tercela?
1.2  Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka masalah-masalah yang akan dikaji dalam laporan ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apakah pengertian Etika dan Moral?
2.      Apakah itu Mahasiswa?
3.      Apakah itu Organisasi?
4.      Apakah hubungan antara Mahasiswa dengan Etika dan Moral?
5.      Bagaimana pentingnya Etika Moral Mahasiswa dalam Organisasi?

1.3  Tujuan Penulisan
Berdasarkan perumusan masalah di atas, peranan etika bagi mahasiswa diharapkan dapat mewujudkan dan            menumbuhkan etika dan tingkah laku yang positif. Namun secara umum Makalah ini bertujuan untuk:
1.      Memenuhi tugas sebagai anggota baru
2.      Diharapkan mahasiswa mengetahui, memahami dan dapat mengamalkan nilai-nilai etika di kalangan atau di dalam Organissi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Etika dan Moral
a.      Pengertian Etika
Etika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang di lakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata lain aturan atau pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia. Dengan adanya etika pergaulan dalam masyarakat akan terlihat baik dan buruknyaseseorang. Etika bersifat relative yakni dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman.
Etika diartikan “sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak dan didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan”.
Etika ialah suatu cabang ilmu filsafat. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa etika adalah disiplin yang mempelajari tentang baik dan buruk sikap tindakan manusia. Etikamerupakan bagian filosofis yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalammenghargai suatu tindakan yang benar atau salah dan penyelesaiannya baik atau tidak.
Menurut bahasaYunani,etikadisebutethos yang berarti kebiasaan atau tingkah laku. Dalambahasa Inggris disebutethis yang berarti tingkah laku/perilaku manusia yang baik atau tindakan yang harus dilaksanakan manusia sesuai dengan moral pada umumnya.
b.      Pengertian Moral
Moral adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat, kehendak,pendapat atau perbuatan seseorangyanglayak dikatakan benaratau salah, danbaikatau buruk. Jika pengertian etika dan moral tersebut dihubungkan satu dengan yang lainya kitadapat mengatakan bahwa antara etika dan moral memiliki obyek yang sama yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia untuk selanjutnya di tentukan posisinya baik atau buruk. Namun, dalam hal etika dan moral memiliki perbedaan. Dengan demikian, tolak ukur yang digunakan dengan moral untuk mengukur tingkah laku manusia adalah adat istiadat, kebiasaan, dan lainnya yang berlaku di masyarakat. Etika dan moral sama artinya tetapi dalam pemakaian sehari-hari ada sedikit perbedaan. Moral dipakai untuk perbuatan yang sedang di nilai, sedangkan etika di pakai untuk sistem nilai yang ada. Teori moral mencoba memformulasikan suatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan masalah-masalah etika.
c.       Perbedaan moral dan etika
Perbedaan moral danetika, yaitu moral menyangkut tentang persoalan yang benar atau salah, sesuatu yang perlu dilakukan dan ditinggalkan atau alasan-alasan tertentu pada suatu keadaan tertentu.Sedangkan etika merupakan studi mengenai bagaimana tingkah laku suatu individu atau golongan bernilai baik atau sebaliknya yang berdampak pada sosial. Etika juga dapat diartikan sebagai suatu disiplin ilmu, prinsip moral, kaedah moral yang diwujudkan dalam suatu perbuatan manusia yang betul menurut akal pikiran.
Perbedaan lain antara moral dan etika,yaitu moral dapat mengarahkan manusia tentanbagaimana cara manusia harus bertingkah karena moral bersifat mengikat dan harus dilakukan oleh individu atau kelompok agar dapat diterima di lingkungan bermasyarakat tersebut. Etika dapat memberikan alasan yang logis mengapa manusia harus mengikuti arahan moral di lingkungannya. Selain itu, etika dapat membuat manusia menjadi tahu dan sadar apa yang harus dilakukan agar berdampak baik untuk dirinya dan orang lain.
Sebagai contoh, membuang sampah kesungai. Jika kita adalah manusia yang bermoral, kita tidak akan melakukan hal tersebut karena kita sadar perbuatan tersebut dapat merugikan banyak pihak, yaitu sesama manusia dan ekosistem alam. Tetapi karena banyak manusia yang tidak bermoral atau tidak menyadari bahkan tidak mengetahui bahwa perbuatan membuang sampah kesungai adalah buruk, diperlukan suatu ketetapan baik secara tertulis maupun lisan bahwa membuang sampah kesungai dapat merugikan orang lain dan ekosistem. Ketetapan tersebut dihasilkan dari kajian tentang tingkah laku manusia membuang sampah dengan mempertimbangkan baik buruknya perbuatan tersebut. Ketetapan tersebut dipelajari dalam etika lingkungan.
Moral dan etika dapat di ibaratkan sepeda motor. Moral ialah buku petunjuk bagaimana kita lk; harus memperlakukan sepeda motor, sedangkan etika memberikan pengertian tentang struktur dan teknologi sepeda motor.”
2.2  Pengertian Mahasiswa
Mahasiswa sebagai pelaku utama dan agent of change dalam gerakan-gerakan pembaharuan memiliki makna yaitu sekumpulan manusia intelektual, memandang segala sesuatu dengan pikiran jernih, positif, kritis yang bertanggung jawab, dan dewasa. Secara moral, mahasiswa akan dituntut tangung jawab akademisnya dalam menghasilkan “buah laporan” yang berguna bagi kehidupan di lingkungan.
Mahasiswa adalah lapisan intelektual yang memiliki tanggung jawab sosial yang khas. Shill menyebutkan ada lima fungsi kaum intelektul, yakni mencipta dan menyebar kebudayaan tinggi menyediakan bagan-bagan nasional dan antar bangsa, membina keberdayan dan bersama mempengaruhi perubahan sosial dan memainkan peran politik.
2.3  Pengertian Organisasi
Sebagai makhluk sosisal, manusia membutuhkan bantuan manusia lainnya untuk mencapai sebuah tujuan yang tidak dapat mereka capai sendiri.Maka dari itu, terbentuklah suatu organisasi. Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan. Organisasi itu sendiri dapat di artikan sebagai wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan dimana kita dapat berkreasi serta menyalurkan aspirasi kita untuk membangun organisasi itu sendiri dalam suatu tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Organisasi juga dapat diartikan dua macam yaitu :
1.      Dalam arti statis, yaitu organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan mitra dijalankan.
2.      Dalam arti dinamis,yaitu organisasi sebagai suatu sistem proses interaksi antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun informal.

2.4  Hubungan Etika dengan Mahasiswa
Antara etika dan moral dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Dalam contoh kasus mahasiswa PoliteknikPertanianNegeriPangkep yang dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain, dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. Dengan etika mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. Islam telah mengajarkan kepadakita bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam, etika di dalam Islam sama dengan akhlaq, dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT. yang telah diberikan karunia berupa akal, akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati. Sebagai seorang mahasiswa yang beretika, mahasiswa harus memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab, karena banyak mahasiswa yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang tidak bertangung jawab.

2.5  Pentingnya Etikadan Moral dalam Organisasi

Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentatati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi, Etika organisasi menekankan perlunya seperangkat nilai yang dilaksanakan ssetiap orang anggota. nilai tersebut berkaitan dengan pengaturan bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku dengan baik seperti sikap hormat, kejujuran, keadilan dan bertanggung jawab. seperangkat nilai tersebut biasanya dijadikan sebagai acuan dan dianggap sebagai prinsip-prinsip etis atau moral.
Dalam kehidupan organisasi terdapat berbagai permasalahan yang pemecahannya mengandung implikasi moral dan etika, ada cara pemecahan yang secara moral dan etika  diterima tetapi ada juga yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam praktek kehidupan organisasi tidak ada tolak ukur yang mutlak tentang yang benar dan yang salah, ini tidak terlepas dari berbagai faktor seperti agama, budaya dan sosial.
Beberapa alasan mengapa norma moral dan etika itu diperlukan dalam organisasi :
  • Karena etika berkaitan dengan perilaku manusia.
  • Agar bisa mengikuti kehidupan sosial yang tertib manusia memerlukan kesepakatan, pemahaman, prinsip dan ketentuan lain yang menyangkut pola perilaku.
  • Karena dinamika manusia dengan segala konsekuensinya baik bersifat norma moral maupun etika perlu dianalisa dan dikaji ulang.
  • Karena Etika menunjukkan kepada manusia nilai hakiki dari kehidupan sesuai dengan keyakinan agama, pandangan hidup dan sosial.
Dalam lingkungan organisasi pemerintahan seorang aparatur dituntut untuk bekerja sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. secara etis seseorang aparatur merasa terpanggil untuk melayani kepentingan publik secara adil tanpa membedakan kelompok, golongan, suku, agama serta status sosial.
Seharusnya seorang aparatur harus dapat menjadikan dirinya sebagai panutan tentang kebaikan dan moralitas pemerintahan terutama yang berkenaan dengan pelayanan kepada publik. Dia senantiasa menjaga kewibawaan dan citra pemerintahan melalui kinerja dan perilaku sehari-hari dengan menghindarkan diri dari perbuatan yang tercela yang dapat merugikan masyarakat dan negara. Jadi Etika pada dasarnya merupakan upaya menjadikan moralitas sebagai landasan bertindak dan berperilaku dalam kehidupan bersama termasuk di lingkungan profesi administrasi.
Profesi dimaksudkan sebagai pekerjaan untuk mecari nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan sesuai dengan tuntutan dan persyaratan organisasi pemerintahan, dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam atas pekerjaannya itu, ia melibatkan seluruh kepribadiannya sehingga mendorong untuk menjalankan tugasnya dnegan tekun, giat, serius untuk melayani kepentingan publik. Ia tidak mengerjakan pekerjaannnya sekedar sebagai hoby, sebagai sambilan apalagi asal-asalan. Komitmen pribadi inilah yang melahirkan tanggungjawab yang besar atas tugas yang diembannya.
Intinya bahwa seorang mahasiswa, Seorang aparatur haruslah memiliki persyaratan seorang profesional yang mendapat kepercayaan publik atau masyarakat yang dilayani. dia dipercayai dan diandalkan memiliki keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat. lebih dari itu seorang aparatur yang profesional dipercaya masyarakat karena mempunyai komitmen moral/etis, serta bertanggungjawab penuh atas pekerjaannya kepada publik (Public Speaking).

















BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Dari informasi di atas dapat diketahui bahwa etika dan moral itu sangat perlu dan penting bagi seorang. Jadi, Etika profesi dalam bidang keteknikan adalah keseluruhan tuntutan moral yang harus ada dalam pelaksanaan sebuah profesi keteknikan.
Sederhananya, etika profesi adalah segala aturan dan norma yang nantinya mengatur segala tindakan ataupun keputusan yang dilakukan oleh seorang teknik.Perlunya etika profesi dalam bidang keteknikan adalah dengan adanya etika profesi seorang teknik akan memiliki batasan dalam bertindak sehingga akan lebih memprtimbangkan segala tindakannnya dalam rangka kesejahteraan dan ketentraman hidup orang banyak.
Seorang teknik yang mempunyai etika profesi yang baik tentunya akan bertanggung jawab atas tindakan yang ia lakukan. Selain itu, dapat menjaga kelakukan dan kejujuran atas apa yang dilakukannya. Sehingga apa yang dilakukannya semata-mata dilakukan bukan hanya untuk mendapat kan keuntungan tapu juga untuk mendapatkan kesejahteraan dan kemakmuran hajat hidup oarang banyak.
Keprofesionalan juga sangat mempengaruhi. Tidak professional diakibatkan karena kurangnya pengetahuan yang menunjang kinerja kita, atau kurang totalnya kita dalam melaksanakan tugas kita.
3.2  Saran
Diharapkankepada para pembaca agar tidak mengesampingkan etika dan moral dalam organisasinya, khususnya untuk mahasiswayaitu harus menjaga etika dan moral agar tidak terjadi kerugian di masa mendatang.
















DAFTAR PUSTAKA
http://ronawajah.wordpress.com/2010/05/17/pentingnya–etika–dalam–lingkungankerjadiaksestanggal 20November 2014





Tidak ada komentar:

Posting Komentar